Milenial Indonesia – Lomba ogoh-ogoh yang di adakan oleh pesikian yowana kab.gianyar merupakan ide yang cemerlang dalam menjaga semangat yowana berkreatifitas membuat ogoh-ogoh.

Adanya lomba pembuatan ogoh-ogoh ini bagi yowana yang akan membuat ogoh-ogoh baru dengan mengikuti ketentuan yg telah disosialisasikan terutama mengenai bahan yang bersifat organik akan memperebutkan juara 1,2,3 dikabupaten. Sedangkan pertanyaan selanjutnya, bagaimana bagi ogoh-ogoh yang dibuat tahun-tahun sebelumnya dan tidak sesuai dengan ketentuan perlombaan? Bagi ogoh-ogoh ini dibuatkan juga wadah untuk mengikuti lomba yaitu memperebutkan juara favorit. Sehingga dapat mengapresiasi secara total baik ogoh-ogoh baru dan ogoh-ogoh lama yg banyak terbungkus di bale banjar.

Ketua Pesikian Yowana Kec. Tegallalang

Apa yang dijaga oleh pesikian yowana adalah rasa persaudaraan saat pembuatan ogoh-ogoh. Semangat gotong royong ketika proses pembuatan ini yang perlu dijaga agar tidak ada rasa kekahwatiran yang besar dalam membuat ogoh-ogoh dibanjar. Rasa kahwatir, apakah ogoh-ogoh ini akan bisa diarak atau tidak pada saat pengerupukan nanti, karena diketahui bersama masih ada farian virus baru ditengah-tengah kita. Adanya lomba ogoh-ogoh ini akan mengurangi rasa kahwatir yowana, karena apabila hal terburuk datang ketika ogoh-ogoh tidak boleh diarak karena kasus virus meningkat. Minimal tetap bisa mengikuti lomba ogoh-ogoh. Apalagi dalam perlombaan tersebut, astungkara dapat memperoleh juara yang telah disediakan oleh pesikian yowana kab.gianyar. Sehingga mampu mengobati rasa sedih dan kecewa karena tidak adanya pengarakan ogoh-ogoh.

Diperbolehkan atau tidak boleh pengarakan ogoh-ogoh nantinya lomba ini akan tetap diadakan karena lomba ini adalah lomba pembuatan ogoh-ogoh. Bukan lomba pawai atau lomba pengarakan ogoh-ogoh. Dan dipastikan tidak menimbulkan kerumunan karena tim juri akan turun langsung ke lapangan untuk menilai ogoh-ogoh yang terpilih mewakili kecamatannya. mengenai sistem seleksi bisa dilihat dalam surat ketentuan dan teknis lomba.

Yuk, di bagikan . . .