Berawal dari kesulitan mencari seorang seorang aktor dalam videonya, ia memutuskan dirinya sendiri yang menjadi aktor di setiap video yang ia bagikan. “Saya berawal dari cerita-cerita yang terjadi di lapangan yang ingin saya ceritakan di media sosial karena dulu di media sosial awalnya kan tidak bayar. Jadi saya bikin video dan kontennya lebih kepada edukasi,”

“Kemudian gimana saya menjadi aktor di videonya karena ya proses produksi susah cari talent saat itu, kemudian akhirnya saya yang terlibat di situ kemudian yang mengambil produksinya juga saya sendiri,” ungkapnya kepada Tribun Bali setelah memberikan kelas Kreatif BUMN dengan para generasi millenial, Jumat (5/4/2019) lalu.

Selain karena susah mencari tallent, alasan lain ia menjadi aktor dalam videonya sendiri adalah karena orang yang ia tawari selalu menanyakan berapa bayaran yang akan mereka terima.

Yuk, di bagikan . . .